Surabaya AnimNation HARI PAHLAWAN 2012

Jumat petang di ruang multimedia IFI Pusat Kebudayaan Perancis Surabaya panitia pemutaran Surabaya AnimNation mulai sibuk mempersiapkan peralatan. Mulai cek sound, proyektor, dan Playlist film yang akan diputar. Di luar ruangan mulai berdatangan para penonton.  Pintu belum kami buka karena memang belum waktunya.




Pukul 18:30 wib penonton semakin banyak yang berdatangan, pintu ruangan sudah kami buka dan satu persatu para penonton yang datang mulai mengisi buku tamu dan masuk ruangan. Di luar dugaan penonton yang datang begitu banyak sehingga membuat mereka harus mengantri mengisi buku tamu. Kursi di dalam ruangan pun satu persatu mulai terisi dan penuh. Setelah menunjukkan pukul 18.45 wib, Surabaya AnimNation pun dimulai dan satu persatu film diputar.

Pada Surabaya AnimNation kali ini terdapat 18 film pendek yang 2 diantaranya film liveshot. Film-film ini berasal dari Surabaya, Depok, Jakarta, Bandung, Jogjakarta, Semarang, Malang bahkan dari Kota Palu Sulawesi Tengah . Di event sebelumnya, film yang diputar cenderung film komedi. Sedangkan pada event kali ini cenderung film animasi yang mengajak kita berfikir. Tema, teknis, gaya cerita yang beragam dari masing-masing animator benar-benar mampu membuka mata penonton, memberikan referensi yang sebelum tidak pernah terfikirkan. Sehingga mampu memunculkan beragam ide segar bagi para animator yang menontonnya. Kebetulan ada serombongan besar siswa SMK animasi yang masih berseragam beserta guru pembimbingnya hadir menonton Surabaya AnimNation.  Penonton terdiri dari pelajar , mahasiswa, guru, dosen dan masyarakat umum.

Pemutaran film dibagi menjadi dua sesi. Di tengah dan akhir pemutaran ada sesi diskusi kecil bersama sutradara film yang hadir, antara lain dari film Palak dan Spheres. Kami membahas mulai dari bagaimana sebuah ide  film itu muncul, menuangkannya ke dalam story board, desain karakter dan kostum, sampai eksekusi film yang apik. Ada sebuah pertanyaan yang menggelitik, kita telah banyak melihat film bagus yang diputar di Surabaya AnimNation yang semuanya adalah buatan lokal, tapi kenapa hampir tidak ada film animasi lokal yang tayang di TV. Jefry Sung sutradara dari Spheres membagi pengalamannya, dia pernah mencoba menawarkan filmnya untuk diputar di Televisi namun ditolak. Menurut Jefry,  pihak TV mengatakan mereka cenderung memilih film produksi luar dari pada film lokal karena biaya yang dikeluarkan jauh lebih murah. Selain itu banyak sekali bekal dan persiapan untuk menembus TV Nasional. Jefry kemudian tidak patah semangat, dia terus berkarya dan mencari cara agar film-film nya dapat dengan mudah ditonton oleh masyarakat luas. Film-film Jefry terus dibuat serialnya, kemudin dia mengUpload nya di internet secara berkala, metode ini kemudian dikenal dengan nama web series. Web series memang sedang booming saat ini, dan bisa jadi mencuri porsi tayangan TV seiring perkembangan teknologi informasi.



Untuk menambah kemeriahan acara, penonton yang bertanya pada sesi diskusi mendapatkan mercendise dari Gathotkacastudio. Semakin malam film suasana pemutaran semakin ramai, penonton pun semakin antusias, terkadang mereka tertawa riuh karena melihat kelucuan yang disajikan dalam film. Namun terkadang mereka juga terdiam, tertegun ketika menyaksikan beberapa film dengan teknis dan cara bercerita yang unik dan belum pernah mereka saksikan sebelumnya. Pada saat pemutaran film ini sedang  berlangsung, penonton masih terus berdatangan hingga ruangan penuh sesak dan mereka harus rela duduk lesehan diantara kursi-kursi penonton.

Diantara penonton yang datang terdapat dua orang yang jauh-jauh dari  Semarang, mereka adalah murid dan guru yang berasal dari sekolah SMK yang kebetulan filmnya ikut diputar di Surabaya AnimNation. Tujuan mereka datang selain untuk menyaksikan Surabaya AnimNation adalah untuk belajar dan menambah referensi bagaimana film-film animasi di luar kota Semarang.  
Selain untuk memperingati Hari Pahlawan. Surabaya AnimNation memang digelar sebagai sarana saling belajar dan menambah referensi antar animator, Sarana eksebisi pemutaran untuk film animasi lokal dan salah satu langkah nyata bagaimana membuka mata masyarakat tentang geliat pertumbuhan animasi lokal. SUKSES UNTUK ANIMASI INDONESIA. DUKUNG TERUS KARYA LOKAL!!!

Acara ini terselenggara berkat kerjasama Gathotkacastudio dengan Independent Film Surabaya INFIS, dan didukung oleh IFI Pusat Kebudayaan Perancis Surabaya, C2O Library dan Sinematografi Airlangga
Terimakasih kepada seluruh animator yang telah memberikan ijin karyanya untuk diputar di Surabaya AnimNation, seluruh penonton yang rela hadir berdesakan dan semua pihak yang membantu kelancaran acara ini.
DAFTAR FILM YANG DIPUTAR KLIK DISINI
DOKUMENTASI FOTO KLIK DISINI

Submitted by cak_ikin on Sun, 11/04/2012 - 19:01

cak ikin

No comments:

Post a Comment