GATHOTKACA studio

GATHOTKACA studio
GATHOTKACA studio adalah komunitas seni film independent yang mengutamakan unsur budaya lokal sebagai penggeraknya dan konsisten berkarya untuk menumbuhkan kebanggaan dan apresiasi atas seni budaya lokal negeri sendiri.



RASSIS FILM
Gathotkaca studio — disingkat Gatstu — adalah salah satu estafet dari RASsis Film yang dibentuk pada tahun 2004. RASsis sendiri bukanlah suatu kata yang berarti melainkan sebuah singkatan dari nama pendirinya Rudi Astoto dan Sholikin, trus sis-nya diblakang apa? ya biar enak aja agak panjang dikit. Karene perbedaan kepentingan dan kesibukan masing personel akhirnya RASsis film bubar.


Pada tahun 2005, Sholikin atau biasa dipanggil si_ikin meneruskan berkarya di dunia film indie animasi 2D.  Saat itu masih sering bergonta-ganti nama komunitas, hingga akhirnya memakai Gathotkaca studio mulai tahun 2007 - sekarang. Nama Gathotkaca studio bertujuan agar orang ingat karya pertama RASsis film yang berjudul Gathotkaca. si_ikin berusaha mengungkapkan kegelisahan dan ide-idenya. Dengan bernafaskan animasi sederhana Gathotkaca studio berusaha menuangkan kegelisahan berkarya sekaligus membuktikan animasi itu mudah dan membuktikan siapapun bisa jadi animator. Sampai saat ini Gatstu masih aktif dalamkegiatan komunitas film indie Surabaya dan aktif dijaringan film indie nasional terutama di wilayah pulau Jawa.
GATHOTKACA STUDIO

Dalam setiap karyanya Gatstu selalu memasukkan unsur kedaerahan dan kebuyaan serta isu-isu yang terjadi pada masyarakat Indonesia. Hal ini bertujuan selain agar film mudah diterima masyarakat atau penonton juga sebagai bentuk usaha pelestarian kebudayaan lokal yang mulai pudar ditengah kehidupan modern yang semakin berkembang.
Meskipun Gatstu adalah sebuah komunitas yang fokus pada film animasi, namun dalam perjalanannya Gatstu tidak menutup diri terhadap komunitas atau kegiatan film non-animasi. Karena tujuan untuk dapat melakukan pengembangan dan distribusi karya film dibutuhkan jaringan terutama dibidang film seluas-luasnya tidak hanya komunitas film animasi.
Pada tahun 2008, Vinka Maharani yang juga anggota dari Sinematografi bergabung di Gathotkaca studio. Tugas Vinka fokus dibidang marketing untuk membantu Gathotkaca studio bisa terus berkembang tidak sekedar menjadi komunitas independent yang berproduksi film tapi juga mampu mendistribusikan karya dan menggelar pemutaran film secara mandiri.

REBRANDING REDGAT
Perkembangan ke arah yang lebih serius dengan visi misi yang lebih jelas membuat kami berfikir untuk juga membenahi logo Gathotkaca studio. Mulai tahun 2010 kami pun mengubahnya menjadi lebih simple dan tegas.
  • Warna Merah: Menggambarkan kekuatan dan semangat yang menyala
  • Simple Logogram : wayang yang tidak terlalu banyak ornamen menggambarkan modernisasi sebuah seni tradisi 
  • Tulisan jawa "tetuko" di Logogram: Tulisan jawa menggambarkan asal muasal kami yang berusaha menjaga seni tradisi. Selain itu kami ingin masyarakat lebih mengenal tentang wayang. Kebanyakan orang akan bertanya, bahkan membiarkan dirinya membaca tulisan jawa di logogram.. "Tetuka". Kemudian mereka bertanya "apa itu tetuka?" . Tetuka adalah nama kecil/nama asli Gathotkaca sebelum ketika ia masih berwujud buto(raksasa) sebelum akhirnya di tempa di Kawah Chandradimuka dan beubah menjadi seorang ksatria. Anda pun kini mengerti.
  • Logotype yang lebih tegas : seringkali institusi tertentu memanfaatkan kami untuk kepentingan komersil tanpa ada penghargaan bagi kami. Kami berharap suatu saat mereka sadar dan bisa bekerjasama dengan lebih profesional.







Kontak Cak Ikin — si_ikin@yahoo.com HP. 081-332-536-117

SURABAYA ANIMNATION - Program Pemutaran Film Independent Khusus Animasi yang berhasil di organized oleh Gathotkacastudio
BERAWAL PENGALAMAN PRIBADI
Berdasarkan sebuah pengalaman tahun 2005, ketika film karya saya pertama kali diputar dimuka umum dan dilihat hanya sekitar 25 orang waktu itu. Saya merasakan pengalaman yang luar biasa. Film yang menurut saya sederhana dan biasa diputar di sebuah monitor berukuran 14 inch dikamar saya. Kini diputar dilayar seukuran 2,5m x 4m dan ditonton tidak hanya 2-3 orang di Balai Pemuda . Saya benar-benar merasa bangga dan dihargai Pemutaran ini seperti membantu saya, mendorong saya, memberikan saya kekuatan untuk tetap terus konsisten berkarya karena tantangan terberat bagi seorang filmmaker independent adalah konsistensi berkarya.
PEMUTARAN FILM INDEPENDENT SEMAKIN MENGHILANG
Dijaman yang serba online ini. Sekarang ini informasi dapat dengan mudah kita dapatkan atau kita distribusikan termasuk sebuah film. Hanya dengan menguploadnya di internet, film yang kita buat bisa ditonton banyak orang bahkan hingga diluar negeri. Sangat mudah dan cepat. Dan tentunya sangat murah sesuai dengan filmmaker dijalur indie yang memang sebagian besar minim dana. Ini akan membuat orang-orang semakin malas dan hanya duduk didepan komputer lalu mendownload. Padahal ruang diskusi dan pertemuan langsung antara penonton dan filmaker memiliki fungsi dan kedudukan yang istimewa. Seperti ketika anda mengucapkan ulang tahun kepada seseorang secara langsung. Tentu lebih special dibanding anda mengucapkan ulang tahun melalui telephone, sms, apalagi facebook. Pemutaran film juga memiliki fungsi mengajarkan kepada masyarakat bagaimana seharusnya menghargai karya seni.
Faktor lain yang membuat semakin menghilangnya event pemutaran film di Kota Suarabaya adalah buruknya regenerasi organisasi dibidang distributor dan eksibisi. Maklum didunia independent hanya orang-orang tertentu yang sanggup bertahan. Selain itu kurangnya dukungan dari pihak-pihak yang sudah seharusnya mendukung merupakan faktor yang tidak bisa diremehkan. Ini sangat membahayakan karena itu berarti tidak ada ruang apresiasi bagi film independent.
Kami pun akhirnya tergerak untuk mencoba membuat pemutaran film yang mandiri. Pemutaran film harus tetap digelar, ada atau tidak ada sponsor. Karena kami beranggapan sebuah pemutaran film memiliki kedudukan yang sangat penting bagi keberlangsungan komunitas film independent. Kehadiran para penonton untuk bersama-sama datang di sebuah pemutaran film independent, bertemu langsung filmmaker, dan berdiskusi tentang film yang bersangkutan memiliki arti yang cukup besar. Untuk membuat para filmmaker terus berkarya dan bahkan memunculkan generasi-generasi filmmaker baru untuk terus menghidupkan atmosfir seni independent terutama di bidang film.
PEMUTARAN PERTAMA SURO BOYO PEDULI
Awalnya kami ragu apakah bisa dengan keterbatasan ini kami bisa membuat sebuah pemutaran film. Dengan bantuan dari Sinematografi Airlangga dan komunitas Independent film Surabaya (INFIS) yang tersisa. Kami pun nekad membuat pemutaran film khusus karya Gathotkaca studio di akhir 2009. Tepatnya tanggal 18 Oktober 2009 di BIG-BOX cafe. Tentu tempat untuk menggelar pemutaran ini tidaklah gratis dan bukan tanpa syarat, sangat sulit memang menemukan tempat yang benar-benar representatif dan tanpa embel-embel komersial di kota Surabaya.
Nama Acara tersebut adalah SURO BOYO PEDULI . Saat itu bertepatan  Launching Grammar Suroboyo 3.5 dan Gempa Sumatera Barat. Acara  tersebut kami kemas dengan program galang dana untuk korban gempa Sumatera Barat. Acara sukses penonton membludak dan sumbangan pun cukup banyak di dapat dalam semalam. Dan pemutaran ini menjadi seolah membuktikan kami bisa membuat sebuah pemutaran film secara mandiri. Pemutaran film Suro Boyo Peduli ini pun seolah menjadi embrio dari SURABAYA AnimNation.
MENGAPA SURABAYA ANIMNATION ?
Nama Suarabaya AnimNation terdiri dari 3 kata:
1.     Surabaya: Nama sebuah kota. ini bukan berarti event ini hanya boleh diikuti terbatas masyarakat atau animator dari Kota Surabaya. Karena sebenarnya justru keikutsertaan masyarakat atau animator luar Kota Surabaya sangat diperlukan. Karena karya-karya mereka akan memberikan referensi dan membut animator Kota Surabaya menjadi lebih terbuka. Baik secara kemampuan berkarya maupun jaringan social. Kata Surabaya hanya menjelaskan bahwa program ini lahir di Kota Surabaya.
2.     Anim: Berasal dari kata Animasi. Artinya program ini akan fokus di pemutaran film animasi. Namun meski begitu di setiap pelaksanaannya akan selalu diselipkan pemutaran film live action meskipun porsinya kecil. Namun Ini merupakan bentuk solidaritas komunitas film independent mengingat jarangnya pemutaran film di Kota Surabaya.
3.     Nation: ini menjelaskan bahwa ini adalah sebuah komunitas. Sebuah wadah bersama. Nation menjelaskan cita-cita kami begitu besar komunitas ini bisa diikuti seluruh animator di negeri ini. Nation juga menjelaskan sebuah nasionalisme anak-anak muda yang kreatif untuk aktif berkarya dan saling menghargai. Nation juga berarti untuk penonton yang selalu datang berjubel mendukung program ini.

SURABAYA ANIMNATION DIGELAR
Surabaya AnimNation pertama kali digelar di CCCL Pusat Kebudayaan Perancis Surabaya. Saat itu bertepatan juga dengan Hari Anak Nasional tanggal 23 Juli 2010. Berikut ini beberapa event Surabaya AnimNation yang telah berhasil di gelar hingga pertengahan 2011 di Kota Surabaya
1.     Surabaya AnimNation, di CCCL Pusat Kebudayaan Perancis Surabaya Juli 2010
2.     Surabaya AnimNation, di MagnetZone Bookcafe Agustus 2010
3.     Surabaya AnimNation Hari Pahlawan feat Festival Seni Surabaya, di XXI Sutos Nopember 2010 
4.     Surabaya AnimNation Cergamboree Pameran Komik, di CCCL Pusat Kebudayaan Perancis Surabaya Februari 2011
5.     Surabaya AnimNation Globits, di Golden City Mall Surabaya Maret 2011
6.     Surabaya AnimNation Roodebrug Surabaia April 2011
7.     Surabaya AnimNation Pasar Seni Lukis Indonesia, Galeri Surabaya Balai Pemuda Mei 2011
8.     Surabaya AnimNation Stamboel Soerabaia HUT Kota Surabaya 718 di D'Kampoeng Sutos Mei 2011
9.     Surabaya AnimNation Bulan Juni, di CCCL Pusat Kebudayaan Perancis Surabaya Juli 2011
10. Surabaya AnimNation Bulan Agustus, di CCCL Pusat Kebudayaan Perancis Surabaya Juli 2011
Dari evaluasi beberapa acara diatas, dapat di simpulkan, bahwa satu-satunya venue yang sangat representative untuk pemutaran film di Kota Surabaya adalah CCCL, Lembaga ini mendukung penuh, venue cuma-cuma alias gratis, tanpa embel-enbel, lokasi yang strategis dan ruangan yang sangat kondusif untuk pemutaran film. Kami mengucapkan terimakasih yang begitu mendalam kepada CCCL Pusat Kebudayaan Perancis Surabaya atas dukungannya selama ini. *miris ya yang mendukung penuh malah bule
Surabaya Animnation ini juga terwujud berkat kerjasama antara Gathotkaca studio dengan C2O Library, Sinematografi Universitas Airlangga, Independent Film Surabaya (INFIS), dan pihak-pihak venue yang bersangkutan.
Kami juga mengucapkan terima kasih yang mendalam kepada seluruh animator yang turut berpartisipasi mengirimkan karyanya. Terus berkarya dan Sukses Selalu!!! Hidup Film Animasi Indonesia!!
Jika anda hanya memiliki visi bahwa pemutaran film independent sudah cukup menyenangkan sudah cukup memuaskan hanya di hadiri 5-20 orang saja. Maka sudah sepantasnya anda dikirim ke masa lalu. 
Terima kasih tidak lupa kami sampaikan kepada para penonton yang telah hadir, mereka telah membuktikan bahwa mereka sangat mendukung perfilman animasi lokal. Tenpa mereka atmofer apresiasi ini tidak akan terwujud. Mereka selalu datang berjubel sampai ruangan penuh. Merekalah yang membuat para animator dapat terus berkarya.
DUKUNG TERUS KARYA LOKAL!!


cak ikin

No comments:

Post a Comment