BIKIN PEMUTARAN FILM SENDIRI dan PEDULI KORBAN GEMPA

Akhirnya GATHOTKACA bisa punya gawe. Yah, meskipun kecil-kecilan tapi ini sangat punya arti. Dengan bantuan partner terbaik saya, Vinka Maharani, didukung teman-teman Sinematografi Unair, dan bersama orang-orang sekeliling saya, akhirnya saya bisa mewujudkan salah satu obsesi saya PEMUTARAN FILM ATAS NAMA GATHOTKACA studio.
Sudah Ada Yang Mengatur
Sepertinya sudah ada yang mengatur bahwa kami memang harus bikin terobosan. bikin sesuatu tindakan yang lebih. Semula seperti biasanya saya mengambil jalur aman launching film numpang acara teman-teman Sinematografi Unair meski partner saya Vinka pernah bilang untuk bikin pemutaran sendiri. Saya tidak langsung mengiyakan karena saya tidak yakin saya takut usul itu cuma hangat-hangat tahi ayam.
Tengah bulan puasa saya dapat kabar baik dari Sinema Unair, mereka jadi bikin pemutaran setelah puasa, tepatnya tanggal 17 Oktober 2009 dan saya bisa ikut launching diacara itu sekaligus membantu meramaikan acara Sinema Unair. Setelah mendapat kabar itu saya pun menyelesaikan film saya dan saya sesuaikan dengan moment lebaran, kami berencana ngucapin maaf met lebaran buat teman-teman Suro Boyo terutama pembeli kaos. Saya pun dengan santai menunggu tanggal itu, saya sudah tidak sabar memutar film itu didepan umum.
Setalah balik dari kampong halaman Ngraho Bojonegoro abis liburan lebaran. Kemudian saya pergi ke Sinema Unair, bermaksud silaturahmi halal bihalal sambil nanyain kira-kira persiapannya bagaimana apa ada yang bisa saya bantu?.... Namun mereka malah meminta maaf, mendadak sinema dapat tugas dari kampus untuk jadi panitia workshop film bersama Dennis Adhiswara terpaksa acara sinema diundur bulan November katanya sih tanggal 14 november 2009.
Saya pun kalang kabut…
Saya buru2 memberitahukan berita ini kepada Vinka, rapat mendadak didepan koskosan sambil ngasihin kaos, hasilnya kami akan berusaha bikin pemutaran sendiri sebelum bulan oktober habis. Kami kemudian mencari info alternative tempat , peralatan yang diperlukan dan perkiraan total biaya untuk sebuah pemutaran film…
Sepertinya memang sudah ada yang mengatur, kami perlu meningkatkan level, bukan sekedar bikin film, tapi juga bikin pemutaran sendiri,… Keadaan ini membuat kami tidak bisa diam begitu saja. Kita harus bikin PEMUTARAN film!!
Rencana
Berhari-hari saya memikirkan pemutaran ini bagaimana mungkin bisa dalam waktu yang singkat bisa menyiapkan pemutaran film. Saya mulai tidak konsen dengan pekerjaan kantor, jualan kaos apalagi program pesenan dari kampong halaman untuk system pembayaran air. Kebetulan saya dimintai tolong orang kampong halaman buat nyari orang programmer bikin system pembayaran air kecamatan.
Hingga suatu sore sehabis magrib saya menghubungi Bob andi, seseorang yang pernah kerja di Big Box Complex bermaksud menanyakan harga sewa tempat di Big Box berapa rupiah.
Tanpa diduga Bob malah antusias bikin event gabungan charity dan entertainment, malam itu juga kami ketemu di warung kopi depan kampus AWS, kami ngobrol sampe sekitar jam 11:30 wib untuk mulai dari konsep acara dan persiapan menghubungi sponsor, peralatan, tempat, pengisi acara dan volunteer lapangan.
Setelah pulang dari kos saya pun langsung menghubungi Vinka untuk menceritakan hasil pertemuan saya dengan Bob. Vinka pun memberi banyak saran dan persiapan apa yang diperlukan. Malam itu juga saya mulai mendesain logo acara waktu itu nama acara “Charity Entertainment”, nama acara yang sebenernya saya dan  Vinka kurang sreg tapi untuk menghormati Bob kami setuju saja, harapan kami mungkin kita bisa bikin perbaikan kalo bikin event selanjutnya.
Maju
Dalam waktu 3 hari setelah pembicaraan dengan Bob, materi proposal pun disiapkan dan saya support bagian desain dan lay out agar proposal tersebut lebih layak diajukan kepada pihak sponsor. Dan setelah proposal siap Bob pun menemui semua yang prospek untuk sponsor dan pengisi acara. Alhamdulillah tempat venue, sound system dan band sudah siap, pihak sponsor pun sepertinya bisa memberikan bantuan. LCD proyector kantor tempat saya bekerja (Teramedia) saya yakin bisa dipinjam, saya pikir sudah saatnya saya memperkenalkan juga tempat saya bekerja selama ini.
Tinggal kami menghubungi volunteer untuk acara. Saya memilih Sinema Unair sebagai partner dalam acara, selain saya dekat dengan mereka, saya juga tahu kemampuan mereka.
Pertemuan dengan anak sinema sempat mundur berkali-kali karena mendadak bob tidak bisa dateng. Namun pada akhirnya Kami, Saya, Vinka, Bob, dan anak2 sinema bisa berkumpul juga untuk membicarakan rencana acara ini lebih lanjut.
Mundur
Jumat sore di Sekretariat Sinematografi Unair, kami semua berkumpul untuk membicarakan konsep dan detil acara. Sinema sangat support dengan acara ini berbagai ide dan konsep dipaparkan. Tidak ketinggalan Vinka yang memang sejatinya anak komunikasi yang pastinya punya segudang konsep dan pemikiran tentang sebuah event. Kami semua sangat bersemangat untuk mendiskusikan segala sesuatu tentang acara charity ini, mulai dari nama sampai kemungkinan tidak mendapatkan sponsor sepeserpun, kami telah menyiapkan plan B.
Hingga suatu ketika masalah yang tidak saya dan bob pikirkan, yaitu tanggal yang kami pilih ternyata minggu2 dimana mahasiswa terutama Unair sedang menghadapi UTS (Ujian Tengah Semester). Kami kelabakan dan sempat down karena tanggal yang dipilih tersebut tanggal permintaan sponsor dengan durasi acara 2 hari.
Plan B
Tapi kami tidak menyerah begitu saja. Kami masih punya plan B. Setelah memilih berbagai kemungkinan tanggal yang sesuai, dimana semua(panitia acara) bisa support 100 persen . Akhirnya plan B kami ambil, yaitu bikin pemutaran sendiri atas nama Gathotkaca Studio dengan Icon Suro dan Boyo. Vinka sangat mendukung konsep ini karena sebenarnya Vinka juga punya konsep amal.
Akhirnya kita sepakat mengganti nama acaranya manjadi “ SURO BOYO PEDULI” yang memang difungsikan menggalang dana untuk korban gempa Sumatera Barat selain sebagai sarana launching pemutaran GRAMMAR episode 3.5. Untuk menambah hidup kampanye kami, sayapun menambahkan tagline acara yang khas “ Ayok Nyumbang Cok, Ojo misuh Tok!!!”. Ini sebagai ajang pembuktian kita bisa bikin sesuatu yang positif.
Sebenernya plan B sangat berat karena seluruh dana untuk menutupi acara ini diambil dari kantong kami sendiri. Namun dengan modal semangat 10 Nopember 45 , kita tetep siap maju,SERRRBUUU!!!!! Jadi jika kemaren kamu sempat membeli kaos Suro dan Boyo itu berarti kamu telah membantu acara ini juga karena sebagian besar untung dari penjualan kami pakai untuk menutupi dana acara ini. Makasih yak! :D
Persiapan H-5
Kita telah menentukan tanggal 18 Oktober 2009, tanggal itu ga bisa ditawar lagi, H-5 tanggal itu dah mau datang. Kami telah membagi tugas. Bob menyiapkan tempat, Vinka konsumsi dan konsep acara berkoordinasi dengan sinema Unair. Sedangkan saya menghubungi beberapa pengisi acara, perlengkapan, dan promo.
Sebenernya kami telah menyiapkan merchandise khusus bagi penyumbang sebuah gantungan kunci, mungkin nilainya tidak seberapa tapi itu special loh. Cuman Karena ternyata dana kami tidak mencukupi karena harga gantungan kunci jauh dari perkiraan kami, kami menggantinya dengan stiker khusus SUROBOYO PEDULI. Selain murah stiker juga cepet bikinnya karena waktu terus berjalan.
Beberapa yang kami hadapi misalnya Vox tidak bisa tampil karena acara kami memang mendadak, kendala yang lain adalah penyalur dana. Karena berbagai hal mereka tidak bisa hadir mengisi acara, padahal peran mereka sangat penting untuk mengkondisikan sebuah acara amal. Akhirnya saat itu juga H-1 saya browsing internet foto2 gempa sumatera barat dan menyusunnya menjadi slide show sederhana sekedar untuk mengisi kekosongan , minimal ada ciri kalo ini acara amal. Vinka pun dengan susah payah mengotak-atik susunan acara karena saat itu juga ada band dari café yang mau menyumbangkan lagu.
Acara
Surabaya Big Box, 18 Agustus 2009, jam 4 sore saya dan bagian perlengkapan sudah tiba di lokasi untuk nyiapin segala sesuatu buat acara jam 7 nanti, mulai memasang proyektor. Cek sound , nyiapin play list dan lain2. kita semua bekerja keras.
Dua puluh menit setelah adzan magrib Vinka , Bob dan rombongan anak sinema mulai berdatangan. Kami sempat takut setelah jam setengah 7 kok yang datang masih dikit.
Oya Vinka juga mengajak temen-temen cewek dari komunikasi untuk menjadi volunteer bagian front desk, strategi marketingnya Vinka mreka juga berfungsi menarik agar setiap tamu yang datang mau memberikan sumbangannya untuk korban gempa sumatera barat hehe:D.
Jam 7 penonton mulai berdatangan dan kotak sumbangan pun mulai terisi. Alhamdulillah semakin malam semakin ramai yang dateng. Mulai teman kantor temen komunitas, teman kenal dimana ga tau semua pada dateng dan nonton. Saya sibuk berkeliling menyapa mereka sambil mengucapkan terima kasih telah datang dan menyumbang.
Rangkaian acara demi acara mulai kita gelar, mulai film aksi Pentil Pentol Pak  Waw sampai Kapit Tosan. Semua ketawa senang. Tak lupa kami juga menyuguhkan aksi band akustik agar penonton tidak bosan. Ada juga teleconference palsu dari cak Ari dubber Suro yang kebetulan tidak bisa dateng karena ada kerjaan di Jogja. Sebelumnya kami telah merekam dan mencatat semua jawaban cak Ari. Jadi seperti teleconference beneran MC pun ngobrol dengan cak Ari yang diputer diproyektor hahaha... Cuma terakhir ketahuan karena MC belum mengucap salam tapi rekaman cak Ari sudah menjawab salam: "Waalikumsalam", hehehe...
Oh iya kita juga mengundang mahasiswa yang mengambil skripsi tentang grammar suroboyo untuk ngobrol dipanggung. Kebetulan ada 3 mahasiswa yang mengambil skripsi Tika Unair,  Devi UI dan satunya Icha dari malang tapi sayang ga bisa datang. Dialog semakin menarik karena MC-nya Jaka dan Ian sesepuh dari Sinema yang lihai dalam mengintrograsi Tika dan Devi... Hoho seru banget dan semakin seru karena kita juga ngobrol sama personel VOX yang dateng Joseph, Doni dan Mayo tentang proses awal kerjasama grammar 3.5. Sayangnya mereka ga bisa tampil karena Vega sang vokalis sedang sibuk dengan tour republic cinta kebetulan Vega masuk dalam management republic cinta.
Sepanjang acara kita memutar grammar mulai 1 sampai 3 dan gongnya adalah episode terbaru video klip VOX band Grammar 3.5 hoho.
Namun sebelum itu kita memanggil seluruh pendukung GRAMMAR suroboyo maju kedepan…ya tokoh yang selama ini kalian liat di film sebenernya memang ada dan eksis dengan kesibukan masing-masing. Cuman pekerjaan asli mereka beda dengan yang difilm... kita panggil mulai Pak Waw, Tosan, Teetha, Kanti, namun Arif sebagai Suasembada tidak hadir karena ada halangan. Terakhir kita panggil Vinka ke panggung untuk memperkenalkan diri bahwa  GATHOTKACA studio punya marketing dan selama ini ngurusi SMS pemesanan kaos adalah beliau, Vinka Maharani.
Vinka selaku marketing manager GATHOTKACA studio mengumumkan hasil sumbangan malam ini adalah Rp. 952.000 dan 2 kresek besar pakaian layak pakai dan kita akan langsung mengirimkan ke Sumatera barat. Terbukti SURO BOYO ga misuh tok tapi yoh Peduli Sesama…OKE JEH!!!!
Setelah itu, semua pun menikmati tayangan terakhir GRAMMAR SUROBOYO 3.5 (video klip VOX) Selamat menonton :-D
Buat yang ga dateng harap sabar menunggu Karena kami masih punya jadwal pemutaran komunitas dan Seminar, setelah itu kita pasti bakal upload OKE JEH!!
Terimakasih buat seluruh pihak yang telah membantu terwujudnya acara ini.
Terimakasih buat Vinka, temen-temennya Vinka, Sinematografi Unair, Cak Bandi, Teramedia, Warung Troya, Infis dan Big box complex.

Terimakasih (sambil membungkuk)
Buat kalian semua yang sudah dateng diacara dan menyumbang buat sesame SURO BOYO OKE JEH!!! :)

Terima kasih semua (sambil membungkuk)
Submitted by cak_ikin on Wed, 05/25/2011 - 11:23

cak ikin

No comments:

Post a Comment